Assalammualaikum wbt
Sorry for the hiatus. Life has been totally diff as I enter new chapter of my life. I am still trying to adapt with the whole current situation. As for now , I am really happy and enjoying each and every second of my life as so called professional house-husband and pujanggalah konon, part time photographer to great friend of mine while waiting for induction and BTN course before posted to any hospital in Malaysia for HO/ intern. Please pray for me.
Here you go....Tajul Fuad is my childhood friend. We have befriended ever since I was in primary school back in 1990+.We grew up together in the same house area in Bukit Chedang with other several kids. Alhamdulillah, I had the chance to cover Tajul’s engagement with his lovely fiancee Hawa at the Saujana Kuala Lumpur last Saturday. It was a beautiful ceremony with few VIPs like Dato’ K and wife Dato’ Siti, Datuk Fadzillah Kamsah as well as the TV3’s CEO and many others. From the bottom of my heart, I would like to congratulate both of you and may Allah bless you through the life with mawadah, mahabbah and rahmah. ( Belum kahwin lagi tajul …. Jangan bawa anak orang ke hulu ke hilir aje ..hehehehehe… )
Again, congratulations!
For more photos, please click http://www.flickr.com/photos/32131865@N04/
-----------------------------------------
All praise to Almighty Allah...It's really a great pleasure as well to let you know that several of my sajak published in newspapers and magazine and so glad to share them here....Alhamdulillah, enjoy reading!!!
Warkah Terakhir Untuk Kekasih
(Selamat Tinggal Rusia)
Kekasihku,
Lewat berlabuh tirai senja,
merah menutup jendela Moskva,
pada musim panas remaja,
cinta yang berbunga,
daisi mewangi,
kuning dandelion,
selepas mekar tulip
dan harum lilac.
Cinta kita adalah transit,
pengembaraan ke negeri abadi,
yang mengajar erti manusiawi,
pencarian cinta hakiki,
di terminal dunia,
sebuah kehidupan.
Gugur daun ke genggaman,
menanti tibanya musim sejuk,
selalu kau disampingku,
hangat dipelukmu erat,
menenangkan gigil hati sepi,
deras angin tanah nurani.
Dan musim berganti,
kecilku meniti usia dewasa,
kau masih anak gadis rupawan,
ingin dihiasi perhiasan kemodenan
sedang aku setia pada keaslian,
kubah St Basil pelbagai warna,
menghiasi dadamu, Dataran Merah
di Kremlin bersejarah.
Kekasihku,
tiba sudah masa,
untukku meneruskan kembara,
akan kurindu detik waktu itu,
terakhir bercumbu pada malam putih,
keakraban yang memaut kasih,
bersaksi Hermitage dan Peterhof,
di St Petersburg.
KHAIRIL IDHAM ISMAIL
Julai 20, 2008
SHREMETYEVO 2 AIRPORT
- published in Berita Harian
Sepatuku
Di rak kasut,
sepasang sepatu perang,
yang kubeli di Manchester,
cuti musim sejuk di Moscow.
Dari Murmansk, Kutub Utara,
melewati benua Eropah,
hingga ke Tanah Arab,
sepanjang jalan komunis,
terus ke lorong perestroika di Rusia,
kembali di bumi bertuah Malaysia,
antara sawah bendang Teluk Intan,
dan sub-urban bandar Seremban,
sepatuku sudah jauh berjalan.
Benarkah kata orang,
jauh berjalan, luas pengalaman?
apakah yang kukutip sepanjang jalan?
tumit sepatuku sudah haus,
hanya terkumpul habuk dan debu.
Dan apa pula dikumpul aku,
sepanjang perjalanan lalu?
Seremban, NS
Khairil Idham Ismail
Jumaat, Oktober 17, 2008
-published in Mingguan Malaysia Nov 2nd, 2008
Wsalam wbt and Jaza'kallah khairan kathiran
|